- Back to Home »
- Pengantin Bidadari, Kisah Cinta Seorang Syuhada
Senin, 20 Oktober 2014
Assalamu’alaikum
warahmatullah wabarhakatuh.
Alhamdulillahirabbil’alamin, Allahummashalli’alamuhammad wa’ala ali muhammad ,kamashallayta’alaibrahim wa’ala ali ibrahim fil’alamin innakahamidummajid.
Alhamdulillahirabbil’alamin, Allahummashalli’alamuhammad wa’ala ali muhammad ,kamashallayta’alaibrahim wa’ala ali ibrahim fil’alamin innakahamidummajid.
Pertama kita bersyukur
kpd Allah subhanahuwata’ala , kemudian kita berShalawat kpd Nabi Muhammad.
Mudh2n kita dikumpulkan kelak bersama beliau. Aamiin.
Oke. Hari ini Admin akan
berbagi cerita yang bertemakan cinta
,hehe. Hayo jangan bengong terus mikirin pasangan hidup,hehe. Udah tenang saja
para jomblo, Jodoh udah ada yang ngatur kok.
Aduuh,mohon maaf ya Admin kebanyakan basa-basi ,langsung simak aja deh
ceritanya, cekidot.Pada masa Rasulullah, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Julaibib. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.
Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong
berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu,
ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu
menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu
ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai
alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia
menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau
temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang
terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Julaibib kemudian mengutarakan
isi hatinya kepada Baginda Nabi.
Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan
putri si Fulan?”
“Seandainya itu
adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal
akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak
lamaran dari siapapun.
“Katakanlah aku
yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya
Rasul”, dan Julaibib segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
Sesampai di rumah Fulan, Julaibib disambut sendiri oleh
Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara
datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.
“Rasulullah saw yang mengutus saya
ke sini, saya hendak meminang putrimu.” Jawab Julaibib sedikit gugup.
“Wahai anak
muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan
dulu kepada putriku.”
Fulan menemui putrinya dan bertanya,
“bagaimana pendapatmu wahai putriku?”
Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia
datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku
akan ikhlas menjadi istrinya.”
Akhirnya pagi itu juga, pernikahan
diselenggarakan dengan sederhana. Julaibib kemudian memboyong
istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya
terlukiskan kecantikan bidadari, apakah
ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah
engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”
Jawab istrinya, ” Engkau
adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku.
Tentu Allah telah menakdirkan
yang terbaik darimu
untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”
Julaibib tersenyum. Dipandanginya
wajah indah itu ketika kemudian terdengar
pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan
membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan
berjihad dalam perang.
Julaibib masuk kembali ke rumah dan menemui
istrinya.
“Duhai istriku yang senyumannya
menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu,
namun panggilan
Allah untuk
berjihad melebihi
semua kecintaanku itu. Aku
mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah
mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”
Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku,
betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar
kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku
menyertaimu”
Julaibib lalu bersiap dan bergabung bersama
tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya,
berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia
bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat
Tauhid…ketika
sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di
dadanya. Julaibib terjatuh, Ia merasa
dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai
terlepas dari tangannya.
Sambil bersandar di antara tumpukan korban,
ia merasa
panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang
wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya
bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya.
Berganti
bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati,
dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya.
Istrinya yang baru dinikahinya pagi
tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala
ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil
mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Julaibib.
Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya … Julaibib pergi
menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan
syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah
tubuh Julaibib yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh.
Akhirnya dikuburkanlah jenazah Julaibib di
suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
Tanpa dimandikan …
Tanpa dikafankan …
Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Julaibib.
Rasulullah terpekur di samping pusara
tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.
Sejenak kemudian terdengar
suara Rasulullah seperti menahan
isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau
Lalu
beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum.
Wajah
beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang
keheranan sahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping
seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.
Akhirnya keadaan kembali seperti semula ..
Para sahabat lalu bertanya-tanya, ada apa
dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Julaibib engkau menangis?”
Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid.
Julaibib, pagi tadi engaku datang kepadaku
minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari
bahagia.Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang
ditunggu oleh para pengantin.”
“Lalu mengapa kemudian Engkau
menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
” Aku menengadah karena kulihat beberapa
bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku
tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Julaibib,” Jawab Rasulullah.
“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan
pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka
lagi.
“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya
kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Julaibib, beberapa
diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Julaibib. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit
tersingkap betisnya.”
Di rumah, istri Julaibib menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar
kabar suaminya
telah
menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.
Malam menjelang …
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan
setengah mimpi dan dan nyata ..
Lamat-lamat ia seperti melihat Julaibib datang dari kejauhan .. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula ..
Terdengar Julaibib berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah
bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila aku menyebut namamu akan menggumamkan
cemburu padamu…. Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di
hatiku.”
Istri Julaibib, terdiam.
Matanya
basah …
Ada sesuatu yang menggenang disana ..
Seperti tak lepas ia mengingat acara
pernikahan tadi pagi ..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir
..
Ia menggerakkan bibirnya ..
“Suamiku, aku mencintaimu …
Dan dengan
semua ketentuan Allah ini bagi kita ..
Aku ikhlas
…..”
Dan,..
Akan
kemanakah kumbang terbang ..
Pada siapa
rindu mendendam ..
Kekasih
yang terkasih ..
Pencinta
dan yang dicinta ..
Semua
berurai air mata ..
Sedih,
ataukah bahagia …..?
Oke, Bagaimana dengan
ceritanya? Apakah ada perubahan dalam hati kawan-kawan? Mungkin ini saja yang
Admin bagikan ke kawan-kawan sekalian. Mudah-mudahan kawan-kawan bisa mengambil
pelajaran.
dan Mohon maaf jika terjadi kesalahan , jika Admin ada kesalahan dalam kata-kata atau perilaku bisa sesegera mungkin untuk diingatkan.
dan Mohon maaf jika terjadi kesalahan , jika Admin ada kesalahan dalam kata-kata atau perilaku bisa sesegera mungkin untuk diingatkan.
Saran & Kritik à 081521644770 LNI
Wallahu a'lam bishshawab......
(Jangan lupa kunjungi
blog mereka juga)

![download[4]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4LE0g_uVDbom7MHjVUQ1GwPf_FkZetFbU9JRHMMNr1kVKI4HIJfkAN3E-vWjROeSGWyZOfdCIIgfp0PCEHxZNXjaOqwyO6GxykJhBuVCIVWYWhwZqDdRyDlsdpoUsinda1tgcyjhB8IY/s1600/download.jpg)